Kristologi Islami

Islam dan Christian adalah 2 agama, 2 isme, 2 doktrin yang sangatbesar di dunia, bahkan kini bisa disebut “THE KINGS OF GOSPEL”, cause 2 agama ini telah menarik simpatisan sekitar 3 Millyard anak manusia dari sekitar 4 Millyardjiwa yang ada. Dua nama teratas dalam perjalanan hidup 2 agama ini, yaitu Muhammad ibn Abdillah saw dan Isa ibn Maryam as dalam catatan seorang ahli sejarah Amerika, Michael H. Hart menempati posisi 1 dan 3 daftar orang yang paling berpengaruh di muka bumi. Kedua nama ini sangat familiar di kalangan kita umat yang yg beragama, karena begitu banyaknya topik-topik pembicaraan mengenai kedua tokoh ini.

Isa ibn Maryam as yg lahir sekitar tahun 1 M, membawa risalah berupa kitab Injil yang didalamnya bermaksud untuk menggenapi kitab para nabi yang lalu seperti Zabur, danTaurat ( Matius 7 : 29-30), sedangkan Muhammad ibn Abdullah saw yang lahir pada hari Senin, 12 Rabiul ‘awal tahun 50 SH ( 20 April 571 M) membawa risalah berupa al Qur’an yang diturunkan pertama kali di bulan Ramadhan 10 SH ( 610 M), yang didalamnya membenarkan dan menyempurnakan isi ajaran kitab sebelumnya, dari Zabur, TAURAT, hingga Injil ( QS ALI IMRAN : 2, QS Al MAA’IDAH : 48 ). Secara logika2 kitab ini saling berhubungan, sebab Injil ”MENGGENAPI” hukum taurat, sedangkan AL Quran “MENYEMPURNAKAN” ke2nya. Dengan demikian maka secara teori kita akan dapati bahwa “APA YANG ADA DALAM INJIL, PASTI TELAH MENDAPAT KOREKSI/PEMBENARAN OLEH AL QURAN, MAKA APA YANG ADA DALAM AL QURAN ADALAH SEBUAH KOREKSI/PEMBENARAN DAN PENYEMPURNAAN DARI INJIL YANG TIDAK PERLU DISEMPURNAKAN LAGI…!!!”

Dengan melihat fakta ini, kita sebagai seorang muslim adalah wajib untuk kita mengetahui letak kebenaran dan kesalahan dari Injil yang telah dikoreksi oleh AL Quran. Sehingga kita bisa mengetahui manakah yang lebih utama dari kedua kitab ini.

AL QURAN yang terdiri dari 30 juz, 114 surat, 558 ruku’, 114 surah, 6635 ayat (6666 ayat, 6645 ayat) telah diturunkan secara berangsur-angsur selama ± 22 tahun. Sedangkan ALKITAB yang diklaim sebagai kitab injil, adalah terdiri dari 66 kitab (sifr) dari Old Testimony dan New Testimony yang terdiri dari 5 kitab syariat, 13 kitab sejarah, 5 kitab hikmah (kidung), 17 kitab paranabi, 4 kitab injil, 14 surat rasul Paulus, 3 surat Yohanes, 2 surat Petrus, surat Yakobus, surat Yudas, dan kitab Wahyu kepada Yohanes.

Dari ribuan ayat-ayat yang ada didalam Al Quran danInjil, karena sebagaimana kita tahu bahwa keduanya saling berhubungan, tentu kita akan dapati isi dari keduanya ada yang sama dan saling berhubungan. Maka pada kesempatan kali ini kami akan memberikan sedikit wawasan bagi antum semuanya yang sekiranya berminat untuk memperdalam kazhanah ilmu intra agamanya.

KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Begitu banyak diantara ayat-ayat Al Quran dan ayat-ayat Al Kitab yang menjelaskan akan eksistensi Tuhan yang MahaEsa. Sehingga perlu adanya pelurusan bagi kita semua yang mengaku umat islam yang telah bersalah karena menghardik umat nashrani bahwa mereka menyembah 3 Tuhan, juga kepada kalangan christiani sendiri yang telah salah kaprah dalam menafsirkan ke-eksistensian TUHAN YME. Sebenarnya adlah sama TUHAN yang disembah oleh umat ISLAM dan umat KRISTIANI, kedua agama ini sama-sama menyembah Allah, Tuhan yang MahaEsa, Dzat yang Tidak ada sesuatu yang menyerupainya ( QS As Syura’ : 11 )

Allah swt berfirman dalam Al Quran :

“Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Ya’kub, dan ia berkata kepada anak-anaknya :“apa yang kamu sembah sepeninggalku?”

Jawab mereka : “ kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, yaitu Ibrahim, Isma’il dan Ishaq, yaitu Tuhan yang Maha Esa, dan kami berserah diri kepadanya.” (QS Al Baqarah : 133)

Sebagaimana kita tahu bahwa silsilah kelahiran Nabi Isa as, adalah dari keturunan Ya’kub ibn Ishaq ibn Ibrahim as. Sedangkan nabi Muhammad saw adalah keturunan Ibrahim yang ke 28 dari jalan nabi Isma’il as. Menurut para ahli sejarah, bahwa asal muasal bangsa Israel adalah anak cucu dari nabi Ya’kub as yang telah mendapat julukan “ISRAEL” dalam bahasa Ibrani dari kata “ISRA” yang artinya “TAAT/PATUH” dan “EL” yang berarti “TUHAN”. Hal ini dikarenakan nabi Ya’kub as adalah orang yg terkenal akan kealiman dan ketaatan kepada TUHANnya. Sehingga dalam dialeg bahasa Arab mereka disebut BANI ISRAEL yang mendefinisikan bahwa mereka adalah anak cucu keturunan nabi Ya’kub as.

Pada saat ia menjelang wafatnya mengambil sumpah dari anak cucunya, bahwa agar mereka tetap menyembah TUHAN nabi Ya’kub as dan Tuhan umat manusia sebelum mereka yang telah menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi, dengan memilki kerajaan dan kekuasaan seluas langit dan bumi (QS Al Baqarah : 255) dan dialah satu-satunya TUHAN yang ada di dunia ini, yang tiada nasab baginya dan tidak ada sesuatupun yg mampu menyamai diri-NYA (QS Al Ikhlas : 1-4)

Sehingga perlu kita koreksi bahwa, TUHAN dari umat ISLAM adlah sama dengan TUHAN “BAPA” dari umat Kristiani yang telah jelas dikatakan oleh Yesus :

Denqarlah hai oranq Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Markus 12:29)

“Dengarlah hai orang Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (ulangan 6:4)

“Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku” (Yesaya 46:9).

 

Bagaimana dengan TRINITAS / TRITUNGGAL ?

Kami tidak pernah menemukan adanya sebuah ajaran/doktrin yang disampaikan oleh YESUS bahwa ia telah mengatakan bahwa ALLAH itu adlah 3 Tuhan, yaitu Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Roh Kudus. Hal ini telah menjadi bahan diskusi dari berbagai tokoh kristologi dunia, diantaranya Abu Al Ata Julandari (Tokoh Ahmadiyyah Saudi ), Sayyid Kamal Yusuf (Tokoh kristologi Skandinavia), Qazy Muhammad Aslam (Tokoh kristologi Prancis), Ali Jumu’ah (Mufti Mesir),Sabil Ali (Kristolog Mesir), Ali Yusuf (Ulama’ Amerika), Yusuf Estes (missionaris Islam Amerika), dan 2 tokoh Kristologi terbaik sepanjang sejarah, Ahmad Husain Deedat (Tokoh perbandingan agama Afrika Selatan) dan Zakir Abdulkariim Naik (ilmuwan, ulama’, kristolog, tokoh perbandingan agama dari Mumbay, India, presiden ISLAMIC FOUNDATION.). Serta para tokoh perbandingan agama lainyya didunia, juga tokoh indonesia seperti HM Rasyidi, Muhammad Nasir, Ali Mukti dan yang selainya. Kami coba memberi sedikit referensi bagi kita semua tentang eksistensi TRINITAS.

Apa arti kata Trinitas? Apa yang dimaksud dangan Trinitas dalam ajaran Kristen? Dari mana pemimpin gereja memetik ajaran tentang tiga Tuhan?

 

Jawab

Trinitas berarti kesatuan dari tiga. Trinitas dalam Kristen adalah Tiga Tuhan yakni Tuhan Allah, Tuhan Yesus dan Tuhan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu.Athanasian Creed (abad VI) mendefinisikan Trinita sebagai:

“The Father is God, the Son is God, and the Holy Ghost is God. And yet there Gods but one God”.

(Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan. Namun bukan tiga Tuhan melainkan satu Tuhan.)

The Orthodox Christianity kemudian mendefinisikan lagi Trinitas sebagai:

“The Father is God, the Son is God, and the Holy Spirit is God, and toqether, not exclusively, the form one God”.

(Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan, dan bersama-sama, bukan sendiri-sendiri, membentuk satu Tuhan.)

Dogma ini berasal dari paham Platonis yang diajarkan oleh Plato (?-347 SM), dan dianut para pemimpin Gereja sejak abad II (Tony lane 1984). Edward Gibbon dalam bukunya The Decline and fall of the Roman Empire, hal 388, mengatakan:

Plato menganggap keilahian alami terdiri dari atas tiga bagian: Penyebab awal, Firman (Logos), dan Roh alam semesta….Sistem Platonis sebagai tiga Tuhan, bersatu antara satu dengan lainnya melalui kehidupan yang baka dan misterius; dan Firman (Logos) secara khusus dianggap yang paling tepat sebagai Anak Bapak yang baka dan sebagai pencipta dan penguasa alam semesta”.

Ajaran tiga Tuhan dalam satu ini bukan hanya dianut masyarakat Yunani dan Romawi, tetapi juga mereka yang mendiami wilayah Asia Barat, Tengah, Afrika Utara dan pengaruhnya menjalar ke beberapa kawasan lainnya di dunia.Watch Tower and Bible Tract Society of Pennsylvania, 1984, menjelaskan :

Dunia di zaman purbakala, sejak masa kerajaan Babilonia, sudah terbiasa menyembah berhala, tiga Tuhan dalam satu. Kebiasaan ini juga banyak ditemukan di Mesir, Yunani dan Romawi, baik sebelum, selama maupun sesudah Yesus. Setelah kematian murid-murid Yesus, kepercayaan penyembah berhala ini kemudian merasuk ke dalam agama Kristen.”

Origen (185-250) mengajarkan tiga Tuhan dalam Trinitas bertingkat: Bapa lebih besar dari Anak, yang lebih besar dari Roh Kudus. Hanya Bapa satu-satunya Tuhan yang sesungguhnya.

“First, that there is one God….Secondly, that Jesus Christ himself….was born of the Father before all creatures….Thirdly, that the Holy Spirit was associated in honor and dignity with the Father and Son….”

(Pertama bahwa ada satu Tuhan….Kedua bahwa Yesus Kristus sendiri….lahir dari Bapa sebelum segala sesuatu dicipta….Ketiga, bahwa Roh Kudus berkaitan dalam kemuliaan dan kehormatan dengan Bapak dan Anak. )

Dalam definisinya, Origen menegaskan bahwa Tuhan Allah itu Esa. Kedudukan Yesus adalah dibawah Tuhan Allah (Bapa), dan kedudukan Roh Kudus dibawah Yesus.

Dengan demikian jelaslah bahwa TUHAN yang sembah oleh orang ISLAM dan orang Nasrani dan YAHUDI adalah sama, yaitu TUHAN yang “Wahidah” yang tidak ada tuhan selain DIA. Sebagaimana firman-NYA dalam banyak ayat dalam Al Quran (QS Al Baqarah ; 163, 255, QS Ali Imran : 6,18, 62, QS An Nisa’ : 87, QS Al Maa’idah : 73, QS Al An’aam : 19, 46, 102, 163, 164, QS At Taubah : 31, dll).

adab dan akhlak.

Kalau kita menyimak ayat-ayat al Quran dan ayat-ayat dalam AL Kitab, maka kita akan temui berbagai kesamaan dalam hal akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari.

 

  • MENGAMALKAN AGAMANYA.

Apabila kita lihat pada bab ke 2, ayat ke 4-6 surat Yohanes yang pertama, Matius 5 : 19, Injil Yohanes 3 : 19, Keluaran 20 : 6, Ulangan 5 : 10 dan 32, Ulangan 6 : 1, dll, maka disana disebutkan agar seorang anak manusia mengamalkan ajaran, nasehat dan aturan yang telah TUHAN berikan, selain itu banyak sekali ayat-ayat dari Al Kitab yang menjelaskan hal ini. Jika kita tilik,kita dapati berbagai ayat-ayat dari Al Quran yang menerangkan akan kewajiban dari seseorang yg mengaku dirinya muslim, untuk mengamalkan ajaran agamanya (QS YUNUS : 40-41, QS AL A’RAAF : 105, QS AZ ZUMAR : 39, dll)

  • BERKATA YANG BAIK.

Bila kita buka ayat ke 3 dari surah Al Mu’minun, ayat ke 53 dari QS Al A’raaf,QS An Nuur : 15-17, dan ayat-ayat yang lainya serta banyak hadits yang menjelaskan tentang hasungan menjaga lisan (lihat kitab Muntakhab Ahadits, karya Syaikh Maulana Muhammad Yusuf Al Kandahlawi pada bab Meninggalkan Perbuatan Sia-sia. Ada sekitar 50 hadits yang ditulisnya). Hal ini bila kita bandingkan dengan ayat ke 13 dari pasal 8 kitab Amsal, pasal 10 ayat ke 14, 18-21, dan 30-31. Amsal 11 :9, 12,dan 13, maka hal ini tidak dapat dipisahkan.

  • MAKAN YANG HALALAN THAYYIBAN.

Hal ini telah jelas dalam ayat ke 168 surah Al Baqarah, ayat ke 3. Jika kita bandingkan dengan ayat ke 3-21 dari pasal ke 14 kitab Ulangan (Deuteronomy), maka lihatlah apa yang mampu kita cari perbedaanya.

  • BERPAKAIAN YANG BAIK DAN MENUTUP AURAT.

Jika kita membuka Surat rasul Paulus kepada jemaat di Corintus, pada pasal ke 11 ayat ke 3-16, maka kita akan dapati hal yang sama jika kita bandingkan dengan QS Al A’raaf : 59, An Nuur : 31, dan QS Al Ahdzab : 59. Kalau ndak percaya silahkan dibuktikan….!!!!

  • BERLAKU IKHLAS.

Sebagaimana kita tahu bahwa pada QS Al An’aam ayat ke 162, kita diajarkan oleh Allah swt agar menujukan tiap-tiap amal perbuatan kita hanya kepada Allah swt semata bukan untuk niat yang selainnya. Bila kita bandingkan dengan pasal ke 6, ayat ke 1-18 dari kitab Injil versi rasul Matius, maka tidak lain hal itu adalah tidak jauh beda dan bahkan mirip sekali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s