SELURUH AL-QURAN DI SIMPAN DALAM INGATAN

Wahyu dan penglihatan ‘dalam’ Buddha kita puji dama nubuatannya mengenai Quran Suci. Berabad-abad sebelumnya, dia telah menggambarkan Kitab  Suci itu sebagai kumpulan dari kebajikan yang menonjol. Quran Suci ditulis dalam fikiran umat sebagai kebajikan yang tak tertandingi, karena tidak ada Alkitab maupun Kitab keagamaan atau naskah suci yang lain yang tetap di simpan dalam ingatan umat. Tak diragukan lagi ada bebarapa tulisan yang disenangi orang dan dihargai lebih dari hidup mereka sendiri, dan mereka menyimpan isinya dalam ingatan. Tetapi kesinambungan dimana Quran Suci selalu diingat dalam ingatan tak ada contohnya dimanapun. Tak ada naskah suci, tulisan atau kitab dimana begitu banyak orang mengabdikan dirinya untuk menghafalkannya, selain Quran Suci. Kitab suci agama melewati perubahan tak terduga dan abad-abad yang gelap menimpanya, sehingga isinya sendiri dan kehadirannya dicurigai. Dalam kegalauan seperti inilah maka Weda berkembang dari satu menjadi empat kitab,  dan kemudian dari empat menjadi sebanyak 1131, ada suatu ayat dalam Maha Bhashya yang menerangkan bahwa ada seratus dan satu bait Yajur Weda, seribu Sama Weda, duapuluh satu macam Rig Weda dan sembilan Atharwa Weda. Pada hari-hari ini kita bisa melihat selusin Weda yang diterbitkan, sesungguhnya, yang bisa menerangkan perubahannya.

Versi Masorah dan Septuagint dari Perjanjian Lama, edisi resmi yang berbeda dari Saduki dan Farisi, kepustakaan apokripal yang dipercaya sebagai bagian dari naskah suci yang terilham, dipakai oleh satu sekte dan ditolak oleh sekte yang lain, versi yang berbeda-beda dari Alkitab apokripal, membuktikan kredibilitas fakta bahwa tidak ada kitab suci keagamaan yang tidak tersentuh atau terjaga dengan rapi atau tersimpan dalam ingatan dalam masa kehidupan nabi kepada siapa itu diwahyukan.

Sampai sedemikian besar dan luas kebenaran yang telah diajarkan oleh Weda, Zend Avesta, dan Alkitab suci begitu pula dari Buddha sendiri, tidak dijaga oleh misionarisnya, sebagaimana telah kita buktikan di bawah judul “Kitab-kitab suci Buddhis”.

Mengenai Quran Suci Sir William Muir berdiri saksi sebagai berikut:

“Tetapi ada alasan yang baik untuk percaya bahwa banyak copy yang terpisah-pisah, merangkum  di antaranya seluruh al-Quran atau nyaris seluruhnya, yang sudah ada sejak masa-hidupnya Nabi  yang ditulis oleh para pengikutnya” (“Life of Mahomet”, Introduction, halaman 18).

Ada hadist sahih yang menyatakan bahwa Abu Bakar telah membangun satu masjid kecil di rumahnya. Dan dalam masjid inilah dia biasa membaca Quran Suci.

“Dia sangat suka menghafalkannya. Tidak hanya laki-laki, tetapi kaum perempuan juga berlomba   dalam hal ini. Di antara mereka adalah Aisyah, Hafsah, Ummi Salmah dan Ummi Warqah, yang   telah hafal seluruh al-Quran dalam hatinya” (Ibn-I-Jarir Tabri).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s