TERNYATA YESUS ADALAH SEORANG MUSLIM

Apakah Yesus membawa agama Kristen ?
jawabnya: TIDAK

Yesus tidak pernah membawa sebuah agama yang bernama “KRISTEN”.
Adapun nama “KRISTEN” itu sendiri sebenarnya merupakan istilah yang diperkenalkan oleh Rasul Barnabas (rasulnya Yesus) dan Paulus (rasul penipu).

“Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.” [Kisah Para Rasul 11:26]

Kristen itu nama yang muncul ratusan tahun setelah Yesus Sang Nabi itu diangkat oleh Allah ke langit. Pengikut Beliau biasa dipanggil nasrani atau Nashara (kristen awal), dan mereka mengaku sebagai MUSLIM. Muslim berarti hidup dengan nafas Islam.
Nasrani mengacu kepada kelompok kecil Yesus karena hanya untuk Umat Israel, sedangkan ajaran yang dibawakan oleh Nabi Muhammad lebih bersifat universal (menyeluruh) yakni untuk segala bangsa karena Islam rahmat bagi seluruh alam.

Tetapi mereka keduanya adalah sama-sama sebagai seorang MUSLIM.

Kali ini bisa ana buktikan lewat perkataan Yesus Kristus didalam bahasa Aram/Ibrani yang merupakan bahasa Asli Yesus (bahasanya sehari-hari).

Seperti yang kita ketahui, bahasa Aram merupakan bahasa serumpun dengan bahasa Arab, dengan kesamaan cara membaca yaitu dari kanan-kekiri (terbalik dengan cara pembacaan kita).

Didalam memahami terjemahan bahasa Aram/Ibrani, perlu diperhatikan sebagai berikut:

Dalam Bahasa Aram:
Tuhan = Alaahaa (Allah).

Yesus = ‘Eesho (‘Isa) karena memang di saat zaman Yesus tidak ada orang yang bernama Yesus dan yang ada hanyalah Yeshua’ (Yeshu’/’Isa), karena Yesus itu nama baru (sebutan bagi ‘Isa) dari bahasa latin.

Aram Palestina => יֵשׁוּע משִׁחָא (Yēšûe Mšîḥō)

Aram Syria => ܝܼܫܘܿܥ ܡܫܝܼܚܐ (Κô Mšîḥa)

Ibrani => יֵשׁוּעַ הַמָּשִׁיחַ (Yēšûa Hammāšîaḥ)

Arab => عِيسٰى اَلْمَسِيحْ (Κâ Al Mašîḥ)

Yunani => Ιησους [ο] χριστος (Yēsūs [ho] Khristos)

Christ = Msheekhaa, padahal “Christ” itu mengacu ke Mesiah.
Msheekhootaa = Christianity, dan itu mengacu kepada kata Christ, sehingga seolah-olah kata Kristen ada disana.
Padahal kata yang tepat adalah Mesiah bukan Christ.

Baiklah, di sini kita akan memahami sebuah ayat injil menurut terjemahan bahasa aslinya (ibrani).

LUKAS 6:40

ען תלמיד נאעלה על ראבו שכן כל אדם שיע מושלם ייהיה כערבו

“Ein talmeed na’leh ‘al rabbo; shekken kal adam she’MUSHLAM yihyeh k’rabbo.”
(Tak seorangpun bisa melebihi gurunya, tetapi setiap orang yang mengaku sebagai MUSLIM dapat menyamai gurunya)

Terjemahan dalam setiap kata:
‘Ein = tidak/tiada
talmeed = sesiapa saja
na’leh = boleh/dapat, lebih dari
‘al rabbo = guru mereka
shekken = tetapi/namun
kal = setiap/tiap-tiap
adam = manusia/orang
she’ = sebagai/selaku
MUSHLAM = patuh/tunduk/taat
yihyeh = sama seperti/seakan-akan
k’rabbo = guru mereka

Dalam terjemahan Bahasa Inggris kata “MUSHLAM” berubah menjadi PERFECT.

Misalnya:

Luke 6: 40 (KJV)

“The disciple is not above his master: but every one that is perfect shall be as his master.”

Luke 6:40 (Darby)

“The disciple is not above his teacher, but every one that is perfected shall be as his teacher.”

Luke 6:40 (Young’s Literal Translation)

“A disciple is not above his teacher, but every one perfected shall be as his teacher.”

Luke 6:40 (21st Century King James Version)

“The disciple is not above his master, but every one that is perfect shall be as his master.”

Luke 6:40 (American Standard Version)

“The disciple is not above his teacher: but every one when he is perfected shall be as his teacher.”

Dalam bahasa Yahudi (ibrani), kata “MUSHLAM” berasal dari akar kata “שלום” (Sh-L-M) yang berarti “Shalom” (dan bahasa Arab menyebutnya dengan kata “Salam”) yang berarti “Damai”.

Sedangkan didalam bahasa Arab, kata “MUSLIM” berasal dari akar kata “سَّلاَمُ” (S-L-M) dibaca:”Salam”, yang berarti “Damai/Selamat/Sejahtera”.

Cobalah perhatikan ayat berikut:

Lalu firman Allah kepadanya (Musa): “Tinggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus!”. [Kisah Para Rasul 7:33].

“Apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan dan apabila mereka datang mendekat kepada mezbah itu, maka mereka membasuh kaki dan tangan–seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa!”. [Keluaran 4:32].

Maka Dia (Yesus) maju sedikit, lalu Dia bersujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari-Ku, tetapi janganlah seperti yang Aku-kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki!”. [Matius 26:39].

“Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam”. [Yohanes 20:5]

Ayat-ayat di atas adalah contoh beberapa hal yang dilakukan oleh para nabi (termasuk Yesus) ketika mau beribadah kepada Tuhannya (menemui Tuhan).
Dilihat sekilas tampak serupa dengan yang dilakukan oleh kaum muslim dalam berwudhu’ dan beribadah.

Ketika Yesus wafat dan dikuburkan, Yesus dikafani dengan kain putih. [Matius 27:59, Yohanes 19:40],
sama halnya seperti halnya Muslim.
Sedangkan umat kristen kalau mampus, udah macam orang mau pergi ke pesta,.. pakai jas, dasi, gaun, kacamata hitam segala, dan aksesoris lainnya.

hahahahai…
EMANGNYA DI DALAM KUBUR ADA PENJAMUAN ?

Begitu pula ibadah yang dilakukan umat Kristen sampai saat ini, dengan memakai kursi/bangku dan meja, bernyanyi di dalam tempat ibadah, berhias seperti mau ke pesta, memakai sepatu di dalam Tempat Ibadah. Tidak peduli itu sepatu bekas terinjak tahi dan sebagainya, tapi tetap saja di bawa masuk ke dalam gereja.
Padahal seumur hidupnya Yesus tidak pernah melakukan beribadah dengan cara aneh seperti itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s