MELANGGAR PERATURAN TAK SELALU SALAH Ketika Orang Jenius Melakukan Apa Yang Tidak Masuk Akal Bagi Orang-Orang Awam

 

 

“nak, bangun nak, hari sudah siang…”, kata ibu.

“hemmmttts…!”, hanya berontak sedikit saja.

“sekarang sudah siang, lihat di luar !….ndak baik tidur pagi-pagi…”

Terlihat, jam di dinding tengah menunjuk kea rah jam 06.40 pagi, “iya bu, tapi aku baru tidur tadi jam 5….”

“makanya jangan begadang terus,…bangun gih, kerjaan sudah menumpuk…tidur pagi-pagi gini, bisa sakit….”

“ibu itu gimana tho, baru kemaren aku bilang, tidur kurang dari 6 jam kan nggak baik…syaraf otak belum stabil, nanti bisa menyebabkan kelelahan otak, membunuhmu itu mungkin saja…”, seperti itulah kira-kira, si anak mencoba meyakinkan ibu. “ hemmtzz…ya udah, nanti segera bangun, kerjaan kamu sudah menunggu…!”

“siap bunda sayang…”

 

Sekilas biasa saja, nggak ada yang aneh dengan dialog diatas, namun ada beberapa hal yang perlu kita telaah secara mendalam akan hal ini. Dialog diatas berada pada dua sisi mata koni yang salaing bertolak belakang (paradoks), kenapa ? karena dengan jelas, si anak yang pintar, atau si ibu yang berdalih pada disiplin waktu ? namun akhirnya si ibu memaklumi si anak, lantas mana yang benar ?

Menarik untuk disimak, pasalnya kedua orang itu sama-sama punya kekuatn yang besar dari segi eksisitensi ilmu pengetahuan. Si anak memang benar, sebab, ia memakai aturan akan batasan kwnatitas masa tidur. Aric Prather, seorang pengajar di Universitas San Fransisco, telah melakukan riset terhadap 164 sukarelawan yang di lakukannya pada tahun 2007 hingga 2011. Hasilnya, para relawan yang diteliti, mendapatkan data bahwa seorang yang tidur di bawah 6 jam sehari, dapat menyebabkan imunitas menurun, influensa yang akan pertama kali diuntungkan. Hal ini juga di amini oleh Mary Carskadon yang merupakan seorang Profesor Psikiatri di Alpert Medical School, Brown University, Rhode Island, USA. Sehingga ilmu ini menyebar ke seluruh Amerika yang oleh Pusat Pengendalian Penyakit dengan tubuh utama National Sleep Foundations memberi predikat “Epidemi Kesehatan Publik.”

Tak cukup sampai di ditu saja, bahkan beberapa lembaga lain juga telah memberikan rekomendasi yang sama akan kwantitas waktu tidur ini. Sebut saja misal Dr. Tata Swart, ahli Ilmu Syaraf Otak dan CEO The Mind Unlimited, yang menyebutkan bahwa seorang yang tidur di waktu yang kurang dari 6 jam sehari, maka ia akan mengalami defisit 8 point dari nilai IQ, saat itu juga, hingga ia tertidur kembali. Selain itu, juga memungkinkan terkena serangan jantung, stroke, dan gangguan syaraf. Maka Dr. Jessica Payne (Prfesor di University of Notredome, Indiana, USA) juga menyarankan agar tidur rerata 6-7 jam itu diamalkan. Bahkan apa yang kita dapatiari hasil kerja Kim Chan bersama timnya dari RS Kangbuk Smasung, University Sungkyunwan, Seoul mengaitkan kurang tidur dengan peningkatan resiko serangan jantung, depresi, obesitas, stroke dan dekadensi imunitas tubuh. Lebih Ekstrem Dr Jim Horne dari Sleep Research Centre di University of Loughbrough, bahwa tidur kurang dari 6 jam sehari membuka peluang seseorang untuk mati muda.

Untuk hal ini,si anak tadi menang, ia berargumen dengan sangat jelas. Dunia ilmiah yang mungkin ia pelajari snagat menentukan sikapnya memaknai sebuah kehidupan. Namun, disisi lain, tidak lah lantas si ibu tadi harus menerima kekalahan. Sebab, para pakar ilmu pengetahuan dan ahli kejiwaan telah membantah argumen tersebut.

Syamsuddin Abu ‘Abdillah Muhammad bin Abubakar bin Ayyub bin Su’ad bin Hariz az-Zar’i ad-Dimasyqi, adalah salah seorang pakar ilmu jiwa dalam khasanah Islam. Ia telah memberikan statemen bahwa tidur pagi akan memberi pengaruh yang luar biasa bagi tubuh. Ia menganalogikan bahwa tidur pagi akan menghalangi seorang dari pintu rejeki, sebab, saat itulah waktu pembagian ghanimah (harta kekayaan). (Lihat di kitab beliau Tahdzibut Madarijis Salikin : 1 / 459). Hal inilah yang membuka para ilmuwan modern untuk menguji kebenaran statemen ini. Salah satu yang paling mencolok adalah yang dikemukakan oleh Nurses Health Study. Para peneliti telah melakukan kajian atas 72.000 orang dalam kwantitas dan kwalitas masa tidur ini. Hasilnya didapatkan apabila seseorang terlampau lama dan sampai melewati masa dimana matahari terbit, maka seorang itu akan membuka peluang serangan stroke, depresi, diabetes, penurunan sistem imun, penurunan kerja syaraf, dan penurunan konsentrasi. Apalah yang mereka lakukan, maka dalam hal ini si anak telah melanggar aturan kesehatan darimara pakar dan ahli jiwa.

Namun, hala yang akan kami beberkan disini adala bahwasanya kita dilarang untuk mengklaim segala sesuatu itu hanya pada satu titik saja. Sebuah bentuk dari objek itu tidaklah lantas bernilai secara mutlak, apakah apabila kamu melihat sebingkah batu, maka hal itu mutlak batu ? seharusnya tidak, sebab, Albert Einsten telah mengemukakan postulat bahwa segala sesuatu itu relative dan sebuah nilai itu tergantung darimana kita melihatnya. Maka satu rumusan yang hendak kami berikan adalah “anda bilang saya melanggar peraturan, kami katakan TIDAK. Saat kami bisa berbuat lebih yang diluar batas penalaran anda, maka anda mau apa? Anda kalah !”

Lihatlah apa yang telah dilakukan oleh Galileo Galilei pada aturan yang telah ditetapkan oleh doktrin gereja. Doktrin Geosentris dari Gereja yang mengikuti kaidah Ptolemaic. Galileo mendapat ultimatum dari Paus Urban VIII, agar tidak menyebarkan ajaran Heliosentris yang dikemukakan oleh Nicholas Copernicus. Namun ia tak lantas turun tahta, hingga ia akhirnya disidangkan di pengadilan gereja Roma, dan hasilnya, ia dicekal dan dilarang mengajar diberbagai lembaga pendidikkan manapun. Namun apa ? gereja kalah, dunia ilmiah sekarang telah menemukan berbagai bukti untuk memperkuat hipotesa Galileo, dunia fisika dan astronomi telah mengagungkan bahwa Mataharilah yang menjadi pusat dari tata surya, dan seluruh benda galaksi mengelilinginy lewat lintasannya.

Kita juga bisa melihat apa yang dilakukan oleh Chairil Anwar, seorang sastrawan kondang Indonesia. Dalam ATURAN yang diberikan oleh para sastrawan awal dalam menciptakan puisi, diharuskan mengikuti langkah pemilihan kata yang tepat dengan susunan vokal yang teratur. Namun hal ini ditolak oleh Chairil, sehingga apa yang ia lakukan, dengan karya pusi AKU miliknya telah melepaskan belenggu ini. “aku ini binatang jalang / dari kumpulan yang terbuang.” Sangat jelas dalam masa itu, Chairil mendapat kecaman dari seluruh sastrawan yang tetap memgang teguh ATURAN itu, namun ia membalas “meski peluru menembus kulitku/aku tetap meradang terjang/…..aku tetap tak peduli/aku ingin hidup 100 tahun lagi.” Apa ini ? sebuah pelanggaran pada aturan yang menghasilkan karya yang fenomenal yang mengilhami fikiran para satrawan belakangan.

Lihat juga apa yang dilakukan oleh Rogerio Cheni, seorang Goalkeeper dari tim sepakbola Sao Paulo. Sebagai seorang kiper, ia mendapat tugas untuk menjaga gawangnya dari kemasukkan bola, itu aturan buat dia. Namun ia tak menggubris ATURAN itu, ia melakukan apa yang seharusnya tidak menjadi tugasnya. 130 goal telah ia cetak dari bola mati di tendangan bebas dan penalti yang menjadi tade mark nya. Dengan karya itu, ia memecahkan record manapun, sebagai kiper terproduktif dan berhasil menjadi satu-satunya kiper yang dapat mencetak gol diatas 100. Bahkan apa yang ditulis oleh Guinnes Book of World Record, menempatkan nama Ryan Giggs sebagai pemain dengan record kemenangan terbanyak sepanjang karier, 589 dari 963 laga berakhir dengan kemenangan. Namun kali ini record itu pecah oleh karya Cheni, 590 laga berakhir dengan kemenangan manis dari 1000 lebih pertandingan selama 22 tahun kariernya. Apa yang dilakukannya memang GILA, maka ia bisa seenaknya MELANGGAR ATURAN. Namun hasilnya ? Amazing !!!!

Terakhir ! apa yang telah dikatakan oleh Rob Plunket, seorng fisikawan Amerika, “menentang Einsten adalah langkah yang berbahaya..!”, itu sebuah hipotesa yang mengarah pada kebenaran. Senada dengan apa yang dikatakan Michio Kaku (fisikawan City College, New York), “ saya meragukan ITU, Einsten selangkah didepan, namun yang dibicarakan kali ini adalah percepatan partikel di dunia yang telah mengilham penyimpangan Relativitas.”

Lantas, apa hubungannya ?

Baik, kini kita akan menelaah kata “ITU” yang diucapkan Kaku. Hal ini merujuk pada sebuah tindakan GILA Antonio Eredito, seorang fisikawan Albert Einsten Center for Fundamental Physics, di Bern, Swiss. Ia mencoba melanggar ATURAN Yang ditetapkan Albert Einsten, ia berusaha melakukan riset penembakan sinar neutrinas sejauh 730 KM dari Jenewa hingga ke Italia. Dengan berkolaborasi dengan National Institute for Nuclear and Particle Physics Research, Prancis, dan Geran Sasso National LABORATORY, Italia, ia melakukan kegilaan itu. “seperti melihat kacang, tapi bukan kacang. Namun ini bisa diukur secara akurat, meskipun ada setitik keraguan…” ujar Eredito.

Saat presentasi di auditorium CERN, Swiss, ia berhasil membuat seluruh audiens yang terdiri dari berbagai ahli fisikawan di seluruh dunia terkejut dan skeptis. Apa yang dilakukannya memang gila, seperti hendak menentang hukum alam yang nyaris berada pada titikkebenran. Einsten selangkah didepan, ia hampir menempati posisi kebenaran alam smesta. Namun riset yang merupakan perpanjangan tangan dari gerakan “One Hundred Author Againts Einsten” dari NAZI. Mereka masih dendam ata penghianatan Einsten pada NAZI karena membeberkan rahasia politik NAZI dan melakukan riset ilmiah dengan membuat ramuan reaksi nuklir yang pada pemerintahan FD Rooselvelt berhasil menciptakan bom atom yang kemudian membawa Amerika memenangkan Perang Dunia 2 dengan membumi hanguskan Hiroshima dan Nagasaki di bulan Agustus 1945.

Ini memang gila, melanggar peraturan yang nyaris tidak ada cela. Namun, apbila ia berhasil maka “bunia harus menulis ulang seluruh teori fisika modern”, seperti ujar Eredito. Ini sungguh memilukan, teori Relativitas masih berlaku, segala sesuatu tergantung dari jalan mana kita melihat, maka itulah kenyataan. Dan MELANGGAR PERAUTRAN bagi Eredito tidaklah haram, lihat saja hasil yang didapat nanti.

 

Diselesaikan di tanah kelahiran tercinta

Siwalan, Blangu, Gesi, Sragen.

Arif Yusuf

09 Desember 2015. 21: 10 WIB.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s