MELANGGAR PERATURAN TAK SELALU SALAH Ketika Orang Jenius Melakukan Apa Yang Tidak Masuk Akal Bagi Orang-Orang Awam

Hasil gambar untuk aturan

“nak, bangun nak, hari sudah siang…”, kata ibu.

“hemmmttts…!”, hanya berontak sedikit saja.

“sekarang sudah siang, lihat di luar !….ndak baik tidur pagi-pagi…”

Terlihat, jam di dinding tengah menunjuk kea rah jam 06.40 pagi, “iya bu, tapi aku baru tidur tadi jam 5….”

“makanya jangan begadang terus,…bangun gih, kerjaan sudah menumpuk…tidur pagi-pagi gini, bisa sakit….”

“ibu itu gimana tho, baru kemaren aku bilang, tidur kurang dari 6 jam kan nggak baik…syaraf otak belum stabil, nanti bisa menyebabkan kelelahan otak, membunuhmu itu mungkin saja…”, seperti itulah kira-kira, si anak mencoba meyakinkan ibu. “ hemmtzz…ya udah, nanti segera bangun, kerjaan kamu sudah menunggu…!”

“siap bunda sayang…”

 

Sekilas biasa saja, nggak ada yang aneh dengan dialog diatas, namun ada beberapa hal yang perlu kita telaah secara mendalam akan hal ini. Dialog diatas berada pada dua sisi mata koni yang salaing bertolak belakang (paradoks), kenapa ? karena dengan jelas, si anak yang pintar, atau si ibu yang berdalih pada disiplin waktu ? namun akhirnya si ibu memaklumi si anak, lantas mana yang benar ?

Menarik untuk disimak, pasalnya kedua orang itu sama-sama punya kekuatn yang besar dari segi eksisitensi ilmu pengetahuan. Si anak memang benar, sebab, ia memakai aturan akan batasan kwnatitas masa tidur. Aric Prather, seorang pengajar di Universitas San Fransisco, telah melakukan riset terhadap 164 sukarelawan yang di lakukannya pada tahun 2007 hingga 2011. Hasilnya, para relawan yang diteliti, mendapatkan data bahwa seorang yang tidur di bawah 6 jam sehari, dapat menyebabkan imunitas menurun, influensa yang akan pertama kali diuntungkan. Hal ini juga di amini oleh Mary Carskadon yang merupakan seorang Profesor Psikiatri di Alpert Medical School, Brown University, Rhode Island, USA. Sehingga ilmu ini menyebar ke seluruh Amerika yang oleh Pusat Pengendalian Penyakit dengan tubuh utama National Sleep Foundations memberi predikat “Epidemi Kesehatan Publik.”

Tak cukup sampai di ditu saja, bahkan beberapa lembaga lain juga telah memberikan rekomendasi yang sama akan kwantitas waktu tidur ini. Sebut saja misal Dr. Tata Swart, ahli Ilmu Syaraf Otak dan CEO The Mind Unlimited, yang menyebutkan bahwa seorang yang tidur di waktu yang kurang dari 6 jam sehari, maka ia akan mengalami defisit 8 point dari nilai IQ, saat itu juga, hingga ia tertidur kembali. Selain itu, juga memungkinkan terkena serangan jantung, stroke, dan gangguan syaraf. Maka Dr. Jessica Payne (Prfesor di University of Notredome, Indiana, USA) juga menyarankan agar tidur rerata 6-7 jam itu diamalkan. Bahkan apa yang kita dapatiari hasil kerja Kim Chan bersama timnya dari RS Kangbuk Smasung, University Sungkyunwan, Seoul mengaitkan kurang tidur dengan peningkatan resiko serangan jantung, depresi, obesitas, stroke dan dekadensi imunitas tubuh. Lebih Ekstrem Dr Jim Horne dari Sleep Research Centre di University of Loughbrough, bahwa tidur kurang dari 6 jam sehari membuka peluang seseorang untuk mati muda.

Untuk hal ini,si anak tadi menang, ia berargumen dengan sangat jelas. Dunia ilmiah yang mungkin ia pelajari snagat menentukan sikapnya memaknai sebuah kehidupan. Namun, disisi lain, tidak lah lantas si ibu tadi harus menerima kekalahan. Sebab, para pakar ilmu pengetahuan dan ahli kejiwaan telah membantah argumen tersebut.

Syamsuddin Abu ‘Abdillah Muhammad bin Abubakar bin Ayyub bin Su’ad bin Hariz az-Zar’i ad-Dimasyqi, adalah salah seorang pakar ilmu jiwa dalam khasanah Islam. Ia telah memberikan statemen bahwa tidur pagi akan memberi pengaruh yang luar biasa bagi tubuh. Ia menganalogikan bahwa tidur pagi akan menghalangi seorang dari pintu rejeki, sebab, saat itulah waktu pembagian ghanimah (harta kekayaan). (Lihat di kitab beliau Tahdzibut Madarijis Salikin : 1 / 459). Hal inilah yang membuka para ilmuwan modern untuk menguji kebenaran statemen ini. Salah satu yang paling mencolok adalah yang dikemukakan oleh Nurses Health Study. Para peneliti telah melakukan kajian atas 72.000 orang dalam kwantitas dan kwalitas masa tidur ini. Hasilnya didapatkan apabila seseorang terlampau lama dan sampai melewati masa dimana matahari terbit, maka seorang itu akan membuka peluang serangan stroke, depresi, diabetes, penurunan sistem imun, penurunan kerja syaraf, dan penurunan konsentrasi. Apalah yang mereka lakukan, maka dalam hal ini si anak telah melanggar aturan kesehatan darimara pakar dan ahli jiwa.

Namun, hala yang akan kami beberkan disini adala bahwasanya kita dilarang untuk mengklaim segala sesuatu itu hanya pada satu titik saja. Sebuah bentuk dari objek itu tidaklah lantas bernilai secara mutlak, apakah apabila kamu melihat sebingkah batu, maka hal itu mutlak batu ? seharusnya tidak, sebab, Albert Einsten telah mengemukakan postulat bahwa segala sesuatu itu relative dan sebuah nilai itu tergantung darimana kita melihatnya. Maka satu rumusan yang hendak kami berikan adalah “anda bilang saya melanggar peraturan, kami katakan TIDAK. Saat kami bisa berbuat lebih yang diluar batas penalaran anda, maka anda mau apa? Anda kalah !”

Lihatlah apa yang telah dilakukan oleh Galileo Galilei pada aturan yang telah ditetapkan oleh doktrin gereja. Doktrin Geosentris dari Gereja yang mengikuti kaidah Ptolemaic. Galileo mendapat ultimatum dari Paus Urban VIII, agar tidak menyebarkan ajaran Heliosentris yang dikemukakan oleh Nicholas Copernicus. Namun ia tak lantas turun tahta, hingga ia akhirnya disidangkan di pengadilan gereja Roma, dan hasilnya, ia dicekal dan dilarang mengajar diberbagai lembaga pendidikkan manapun. Namun apa ? gereja kalah, dunia ilmiah sekarang telah menemukan berbagai bukti untuk memperkuat hipotesa Galileo, dunia fisika dan astronomi telah mengagungkan bahwa Mataharilah yang menjadi pusat dari tata surya, dan seluruh benda galaksi mengelilinginy lewat lintasannya.

Kita juga bisa melihat apa yang dilakukan oleh Chairil Anwar, seorang sastrawan kondang Indonesia. Dalam ATURAN yang diberikan oleh para sastrawan awal dalam menciptakan puisi, diharuskan mengikuti langkah pemilihan kata yang tepat dengan susunan vokal yang teratur. Namun hal ini ditolak oleh Chairil, sehingga apa yang ia lakukan, dengan karya pusi AKU miliknya telah melepaskan belenggu ini. “aku ini binatang jalang / dari kumpulan yang terbuang.” Sangat jelas dalam masa itu, Chairil mendapat kecaman dari seluruh sastrawan yang tetap memgang teguh ATURAN itu, namun ia membalas “meski peluru menembus kulitku/aku tetap meradang terjang/…..aku tetap tak peduli/aku ingin hidup 100 tahun lagi.” Apa ini ? sebuah pelanggaran pada aturan yang menghasilkan karya yang fenomenal yang mengilhami fikiran para satrawan belakangan.

Lihat juga apa yang dilakukan oleh Rogerio Cheni, seorang Goalkeeper dari tim sepakbola Sao Paulo. Sebagai seorang kiper, ia mendapat tugas untuk menjaga gawangnya dari kemasukkan bola, itu aturan buat dia. Namun ia tak menggubris ATURAN itu, ia melakukan apa yang seharusnya tidak menjadi tugasnya. 130 goal telah ia cetak dari bola mati di tendangan bebas dan penalti yang menjadi tade mark nya. Dengan karya itu, ia memecahkan record manapun, sebagai kiper terproduktif dan berhasil menjadi satu-satunya kiper yang dapat mencetak gol diatas 100. Bahkan apa yang ditulis oleh Guinnes Book of World Record, menempatkan nama Ryan Giggs sebagai pemain dengan record kemenangan terbanyak sepanjang karier, 589 dari 963 laga berakhir dengan kemenangan. Namun kali ini record itu pecah oleh karya Cheni, 590 laga berakhir dengan kemenangan manis dari 1000 lebih pertandingan selama 22 tahun kariernya. Apa yang dilakukannya memang GILA, maka ia bisa seenaknya MELANGGAR ATURAN. Namun hasilnya ? Amazing !!!!

Terakhir ! apa yang telah dikatakan oleh Rob Plunket, seorng fisikawan Amerika, “menentang Einsten adalah langkah yang berbahaya..!”, itu sebuah hipotesa yang mengarah pada kebenaran. Senada dengan apa yang dikatakan Michio Kaku (fisikawan City College, New York), “ saya meragukan ITU, Einsten selangkah didepan, namun yang dibicarakan kali ini adalah percepatan partikel di dunia yang telah mengilham penyimpangan Relativitas.”

Lantas, apa hubungannya ?

Baik, kini kita akan menelaah kata “ITU” yang diucapkan Kaku. Hal ini merujuk pada sebuah tindakan GILA Antonio Eredito, seorang fisikawan Albert Einsten Center for Fundamental Physics, di Bern, Swiss. Ia mencoba melanggar ATURAN Yang ditetapkan Albert Einsten, ia berusaha melakukan riset penembakan sinar neutrinas sejauh 730 KM dari Jenewa hingga ke Italia. Dengan berkolaborasi dengan National Institute for Nuclear and Particle Physics Research, Prancis, dan Geran Sasso National LABORATORY, Italia, ia melakukan kegilaan itu. “seperti melihat kacang, tapi bukan kacang. Namun ini bisa diukur secara akurat, meskipun ada setitik keraguan…” ujar Eredito.

Saat presentasi di auditorium CERN, Swiss, ia berhasil membuat seluruh audiens yang terdiri dari berbagai ahli fisikawan di seluruh dunia terkejut dan skeptis. Apa yang dilakukannya memang gila, seperti hendak menentang hukum alam yang nyaris berada pada titikkebenran. Einsten selangkah didepan, ia hampir menempati posisi kebenaran alam smesta. Namun riset yang merupakan perpanjangan tangan dari gerakan “One Hundred Author Againts Einsten” dari NAZI. Mereka masih dendam ata penghianatan Einsten pada NAZI karena membeberkan rahasia politik NAZI dan melakukan riset ilmiah dengan membuat ramuan reaksi nuklir yang pada pemerintahan FD Rooselvelt berhasil menciptakan bom atom yang kemudian membawa Amerika memenangkan Perang Dunia 2 dengan membumi hanguskan Hiroshima dan Nagasaki di bulan Agustus 1945.

Ini memang gila, melanggar peraturan yang nyaris tidak ada cela. Namun, apbila ia berhasil maka “bunia harus menulis ulang seluruh teori fisika modern”, seperti ujar Eredito. Ini sungguh memilukan, teori Relativitas masih berlaku, segala sesuatu tergantung dari jalan mana kita melihat, maka itulah kenyataan. Dan MELANGGAR PERAUTRAN bagi Eredito tidaklah haram, lihat saja hasil yang didapat nanti.

 

Diselesaikan di tanah kelahiran tercinta

Siwalan, Blangu, Gesi, Sragen.

Arif Yusuf

09 Desember 2015. 21: 10 WIB.

Tulisan Tangan Grafologi Bisa Ketahui Kesehatan Seseorang

Menulis dengan tangan merupakan aktivitas yang hampir selalu dilakukan banyak setiap harinya. Saat melakukan penulisan dengan tangan, beberapa faktor dinilai sangat mempengaruhi bentuknya, termasuk status kesehatan psikologis orang tersebut. Nah, ini cara grafolog menentukan sehat atau tidaknya jiwa seseorang dari tulisan tangannya.

“Tulisan tangan dapat menjadi indikator kesehatan psikologis penulisnya. Ilmu analisa tulisan tangan atau lebih umum dikenal sebagai grafologi, merupakan bagian dari ilmu analisa psikologi. Oleh karena itu, kondisi kesehatan psikologis seseorang dapat dilihat melalui bentuk tulisan yang dibuatnya,” papar Putro Perdana, S.Sos, CMHA, seorang grafolog dengan spesialisasi di bidang forensik tulisan tangan kepada detikHealth, Kamis (15/8/2013).

Menurutnya, saat tulisan yang dibuat terlihat memiliki ritme yang tidak seimbang, maka hal tersebut menunjukan bahwa kondisi psikologis orang tersebut juga sedang mengalami masalah. Sebab tulis-menulis bukan hanya sekadar gerakan motorik, namun merupakan suatu tindakan kompleks yang melibatkan alam sadar dan alam bawah sadar.

“Pikiran sadar menuliskan isi tulisan, namun pikiran bawah sadar yang menentukan bentuk tulisannya,” ujar Putro yang juga telah memperoleh sertifikasi internasional sebagai seorang Certified Master Handwriting Analyst.

Sementara itu dikutip dari Psychology Today, penulisan yang sedikit miring ke arah kiri merupakan salah satu indikasi bahwa penulisnya sedang menahan emosi. Sebaliknya, jika tulisannya sedikit miring ke arah kanan maka penulisnya sedang terbawa oleh perasaan.

Jika tulisan yang ada sedikit tak stabil ke arah kiri dan kanan, maka dapat dipastikan pula bahwa pikiran penulisnya saat itu juga sedang tidak stabil. Ini mencerminkan bahwa ada kemungkinan orang tersebut sedang berbohong atau sedang mengalami stres yang signifikan. Tulisan tangan setiap orang menyimpan rahasia. Setiap huruf yang ditorehkan bisa menggambarkan karakter seseorang. Nah, ilmu untuk mempelajari tulisan tangan disebut grafologi.

Melalui grafologi, seseorang bisa mengetahui karakteristis dan perilaku seseorang. Sepertinya sulit dipercaya, namun ini fakta. Karena masih banyak yang tidak percaya, maka tak heran jika grafologi adalah topik yang kontroversial.

Grafologi sama sekali berbeda dengan sulap dan berbeda pula dengan astrologi. Sebab grafologi merupakan kombinasi dari ilmu pengetahuan dan psikologi manusia.

Coba Anda perhatikan baik-baik, setiap orang memiliki tulisan yang berbeda-beda. Mungkin sekilas ada yang mirip, namun jika diperhatikan baik-baik ada sesuatu yang berbeda. Karena itu, detail dalam menulis huruf dengan tangan bisa mengidentifikasikan perilaku si penulis.

Tanda tangan kerap dianalisa untuk mencari tahu bagaimana sifat dan perilaku seseorang. Sebab tanda tangan sering kali dilihat sebagai cermin karakter seseorang. Misalnya saja tanda tangan dengan tanda garis di bawah nama mengindikasikan bahwa seseorang memiliki rasa percaya diri dan mempertahankan keseimbangan dalam hidup, seperti dilansir Boldsky, Selasa (21/5/2013).

Sementara itu goresan tanda tangan juga berbeda-beda antara orang yang satu dengan orang yang lain karena masing-masing orang memang memiliki karakter yang berbeda. Nah, saat mempelajari atau menganalisa tulisan tangan, ingatlah bahwa mood juga mempengaruhi tulisan.

Manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Karena itu perilaku seseorang pun bisa berubah, sebagaimana perubahan tulisannya. Mungkin jika memperbandingkan tulisan seseorang saat ini dengan 4 atau 5 tahun lalu, bisa diketahui perubahannya dengan mudah. Namun ada orang yang ‘penyakitnya’ atau kelemahan sikapnya tidak berubah sehingga membutuhkan pengobatan.

Grafoterapi diresepkan untuk orang-orang yang perlu mengubah tulisan tangannya. Maksudnya adalah untuk memperbaiki diri di berbagai bidang kehidupan. Sebab ini merupakan jenis laihan mental. Apalagi banyak perusahaan yang melakukan tes tulisan tangan dalam proses perkrutan karyawan untuk melihat keterampilan manajerial atau analisis kapasitas kerja.

Jika ada yang berpikir grafologi bisa mempediksi masa depan, maka hal itu tidak perlu dipercaya. Sebab nyatanya tidak ada masa depan yang bisa dibaca melalui coretan tangan.

Memang tidak semua orang yakin dengan analisa grafologi. Sebab setiap orang memiliki perspektif masing-masing dalam melihat sesuatu. Namun yang jelas seseorang perlu berlatih untuk mendapatkan perubahan positif dalam dirinya.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Yunani Kuno

Teknologi Yunani Kuno berkembang maju pada saat abad ke-5 SM, dan sampai dengan zaman Roma dan seterusnya. Penemun yang dianggap dihasilkan oleh Yunani Kuno termasuk gir, skrup, obeng, jam air, ketapel, teknik pembuatan barang dari perunggu dan penggunaan uap untuk menggerakkan mesin dan mainan. Kebanyakan ciptaan ini berlaku di akhir zaman Yunani, sering kali diinspirasikan untuk memperbaiki senjata dan taktik dalam peperangan. Dan juga diterapkannya teknologi kincir air untuk alat eksloitasi oleh orang-orang Roma. Mereka juga mempunyai sistem pensurveian dan matematika tahap tinggi, dan banyak kemajuan mereka, diterbitkan oleh ahli falsafah seperti Archimedes dan Hero.

Teknologi air

Sumber air adalah antara sumbangan terpenting dari Yunani kuno kepada banyak teknologi modern. Banyak bidang yang bergantung kepada sumber air, terutama di kawasan pelabuhan, seperti penggunaan air bawah tanah, perpipaan untuk saluran air, tanggul dan saluran air hujan, air mancur, air untuk kebutuhan rumah tangga dan serta air untuk tujuan rekreasi.

Pertambangan

Orang Yunani membangun tambang-tambang perak sampai di Laurium, dan keuntungannya digunakan untuk pembangunan Athena sebagai sebuah pelabuhan dan negara. Bijih-bijih yang ditambang dari dalam tanah dibersihkan dan kemudiannya dileburkan untuk menghasilkan logam perak asli. Tempat-tempat pembersihan bijih ini, yang dipercantik. Pertambangan tersebut dilengkapi tangki-tangki yang menampung air hujan atau salju ketika musim dingin.

Teknologi

Perkembangan teknologi yunani Kuno agak terhambat karena pandanganya terhadap buruh, menurut mereka buruh adalah hina dan tidak boleh mengaplikasikan teknologi. Namun, akhirnya pada abad ke-6SM oleh Eupalinos di Samos telah memberi pandangan baru bahwa buruh harus mempunyai skill dan boleh mengakplikasinya.

Teknologi Yunani Kuno

Teknologi Tahun Keterangan
Kartografy sekitar 600 SM Penggabungan peta geografi pertama dibuat oleh Anaximander dan Erasthothenes
Derek sekitar 515 SM Alat penghemat tenaga yang membuat pekerjaan menjadi lebih efisien. Kemudian pemakaian roda ditambah untuk pekerjaan yang lebih berat.
pasak sekitar abad ke-5 SM Pasak dengan jenis yang lain, diperkenalkan di Yunani pada abad 5 SM
Gear sekitar abad ke-3 SM Perkembangan dari zaman prasejarah untuk tujuan yang praktis
Sistem Pipa sekitar abad ke-5 SM Saluran pipa digunakan untuk mencukupi kebutuhan air yang biasa digunakan sehari-hari
Perencanaan Kota sekitar abad ke-5 SM Miletus adalah orang yang pertama kali merencanakan tata kota yang mempunyai batas dan ruang terbuka
Lighthouse sekitar abad ke-3 SM Lighthouse di Alexandriaas didesain oleh Sostratus dari Cnidus.
Astrolabe sekitar 300 SM Digunakan pertama kali pada tahun 200SM, ditemukan oleh Ctesitius
Odometer sekitar abad ke-3 SM Odometer adalah alat untuk menentukan jarak perjalanan, ditemukan pada abad 3 SM oleh Archimedes
Meriam sekitar abad ke-3 SM Ctesibius dari Alexandria mencipta sebuah bentuk meriam primitif, dioperasi oleh tekanan angin.
Dermaga sekitar 200 SM Ditemukan oleh Athenaeus dari Naucratis.
Kincir Angin dan pompa air sekitar abad ke-2 SM Ditemukan oleh Ctesibius yang sangat berguna untuk mencukupi kebutuhan
Komputer analog 150 SM Komputer analog sebagai alat hitung sederhana dan ditemukan oleh archimedes
Pintu otomatis Abad 1SM Ditemukan oleh Alexandria, Pintu otomatis untuk kuil.
Arsitektur Yunani Kuno

Arsitektur ( bangunan yang dikerjakan menjadi suatu desain yang estetik) mulai berakhir di Yunani dari akhir periode Mycenaean ( sekitar 1200 BC) sampai abad ke 7 BC, manakala kehidupan kota dan kemakmuran kembali dan sampai batas di mana gedung pemerintah dapat dikerjakan. Tetapi sejak bangunan Yunani kuno berada di Archaic dan awal periode klasik dibuat dari kayu atau tanah liat, tidak ada apapun sisa reruntuhan di antara bangunan tersebut kecuali tanah dan di sana hampir tidak ada sumber tertulis tentang awal arsitektur atau uraian dari bangunan tersebut. Kebanyakan pengetahuan tentang Arsitektur Yunani datang dari minoritas bangunan yang menyangkut gaya klasik,Hellenistic dan periode Roma (sejak arsitektur roma mengikuti gaya Yunani). Ini berarti hanya kuil yang bangunannya kuat yang bertahan.
Arsitektur, seperti lukisan dan pahatan tidak dilihat sebagai suatu ” seni” pada Periode Yunani jaman kuno. Arsitek adalah seorang tukang yang ahli yang dipekerjakan oleh bangsawan atau orang kaya. Tidak ada perbedaan antara arsitek dan pemborong bangunan. Arsitek merancang bangunan, menyewa tenaga kerja dan tenaga ahli untuk membangun dan bertanggung jawab atas anggaran dan penyelesaian tepat waktu kedua-duanya. Ia tidak menikmati statusnya, tidak seperti arsitek pada bangunan modern. Bahkan nama arsitek tidak dikenal sebelum abad ke 5. Seorang arsitek seperti Iktinos, yang merancang Parthenon, yang hari ini dinilai sebagai seorang arsitektur yang genius, diperlakukan pada waktu itu dalam seumur hidupnya tidak lebih daripada seorang pedagang.

Bentuk standar Gedung pemerintah Yunani dikenal mempunyai bantuk yang sama dari Parthenon, dan bahkan bangsa Roma membangun bangunan mereka ,engikuti gaya Yunani, seperti Kuil untuk semua dewa di Roma. Bangunan pada umumnya membentuk suatu dadu atau kubus ataupun suatu segiempat panjang dan dibuat dari batu gamping. Pualam adalah suatu material bangunan mahal di Yunani: pualam mutu tinggi datang hanya dari Mt Pentelus di Attica dan dari beberapa pulau seperti Paros, dan jalur transportasinya sangat sulit. Batu pualam digunakan dalam pahatan dekorasi, tidak berstruktur, kecuali di dalam bangunan paling agung periode zaman Klasik seperti Parthenon.

Titik dari atap Yunani yang rendah membuat suatu bentuk persegi tiga pada masing-masing tepi bangunan, pediment, yang mana pada umumnya diisi dengan dekorasi pahatan. Sepanjang sisi dari bangunan, antara kolom dan atap, adalah suatu baris blok sekarang dikenal sebagai entablature, yang permukaannya menyajikan suatu ruangang untuk memahat, dekorasi yang dikenal sebagai metopes dan triglyphs. Tidak ada yang dapat menyelamatkan bagunan Yunani dari keruntuhan, tetapi bangunan aslinya dapat dilihat pada beberapa tiruan dari bangunan modern Yunani, seperti Yunani Akademi Nasional yang membangun di Athena,

Format Arsitektur umum lainnya yang digunakan dalam arsitektur Yunani adalah tholos, suatu struktur lingkaran dimana contoh yang terbaik adalah pada Delphi (lihat gambar 1.3) dan tujuan religiusnya adalah melayani pemuja kuil, propylon atau serambi, yang mengapit pintu masuk ke ruangan terbuka dan cagar alam ( contoh yang terbaik yang dikenal adalah pada Acropolis Athens), dan stoa, suatu aula yang sempit panjang dengan suatu colonnade terbuka pada satu sisi yang digunakan untuk mengatur barisan kolom kuil Yunani. Suatu stoa yang telah dipugar adalah Stoa Attalus dapat dilihat di Athena.

Dasar dari segiempat panjang atau kubus pada umumnya diapit oleh colonnades ( baris kolom) pada bagian atas baik dua maupun pada keempat sisinya. Ini adalah format dari Parthenon. Sebagai alternatif, suatu bangunan berbentuk kubus akan membuat suatu serambi bertiang-tiang ( atau pronaos dalam) istilah Yunani) sebagai pembentukan pintu masuknya, seperti terlihat pada setiap Kuil untuk semua dewa. Yunani memahami prinsip dari pekerjaan menembok bangunan lengkung tetapi penggunaannya sangat sedikit dalam bangunan Yunani dan bangunan Yunani tidak meletakkan kubah pada atas bangunan mereka tetapi mengatapi bangunan mereka dengan balok kayu yang ditutup dengan terra cotta ( atau adakalanya batu pualam).

Kuil adalah tempat terbaik yang dikenal umum dalam dunia arsitektural. Kuil tidak mempunyai fungsi yang sama dalam melayani seperti pada gerja modern. Untuk satu hal, altar memikul langit yang terbuka di dalam temenos atau tempat pengorbanan suci. Kuil bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda yang dianggap berhubungan langsung dengan dewa yang dipuja. Kuil adalah suatu tempat untuk pemuja dewa untuk meninggalkan sesaji yang memenuhi nazar mereka, seperti persembahan patung, Pada bagian dalam kuil, cella, begitu para pemuja sebagian besar menyimpan barang pemujaan mereka dalam ruangan besi dan gudang. Dan bangunan itu pada umumnya dilapisi oleh baris kolom yang lain .

Tiap-Tiap Kota di Yunani dengan segala ukurannya juga mempunyai suatu palaestra atau ruang olah raga. Ruangan ini sangat terbuka dengan atap terbuka menghadap ke langit dan dilapisi dengan colonnades, digunakan untuk kejuaraan atletik dan latihan juga sebagai pusat perkumpulan kegiatan sosial dan juga tempat perkumpulan kaum pria. Kota Yunani juga perlu sedikitnya satu bouleuterion atau sidang, suatu bangunan yang besar yang sebagai ruang pertemuanyang menempatkan dewan kota ( boule) dan sebagai gedung pengadilan. Karena Yunani tidak menggunakan bangunan lengkung atau kubah, mereka tidak bisa membangun ruang besar tanpa didukung oleh atap, bouleuterion adalah baris tiang dan kolom internal yang digunakan untuk menopang atap atas.

Terakhir, tiap-tiap Kota di Yunani mempunyai suatu teater. Ini digunakan untuk pertemuan-pertemuan publik atau drama. Acara di dalam teater berkisar pada abad ke 6 BC ( lihat Teater Yunani). Teater pada umumnya yang ditetapkan dalam suatu lereng bukit di luar kota itu , dan mempunyai tempat duduk berupa barisan yang ditetapkan dalam suatu seperdua lingkaran di sekitar area pusat orkes atau acara. Di belakang orkes adalah suatu bangunan rendah yang disebut skene, yang mana bertindak sebagai suatu gudang, suatu kamar ganti, dan juga sebagai latar belakang pada tindakan yang berlangsung di dalam orkes atau pertunjukkan tersebut. Sejumlah Teater Yunani hampir tetap utuh, yang terbaik yang dikenal adalah teater Epidaurus.

Ada dua gaya utama dalam Arsitektur Yunani, yaitu Doric dan Ionik. Nama ini digunakan hanya untuk bangsa Yunani sendiri. dan mencerminkan kepercayaan mereka pada Ionic dan Doric dari zaman kegelapan, tetapi ini tidak sepenuhnya benar. gaya Doric digunakan di tanah daratan Yunani dan tersebar dari sana pada wilayah jajahan Yunani di Italia. gaya Yang bersifat ionik digunakan di kota besar Ionia ( sekarang pantai barat Turki) dan sebagian dari pulau Aegean. Gaya Doric jadi lebih keras dan formal, yang bersifat ionik jadi lebih longgar dan dekoratif. Gaya Corinthian yang mempunyai banyak hiasan adalah perkembangan akhir dari gaya ionik. Gaya ini dikenal hingga ke ibu kota, tetapi ada perbedaan banyak dalam poin-poin desain dan dekorasi antara gaya tersebut. Lihatlah artikel yang terpisah pada golongan klasik.

Matematika Yunani Kuno

Pengaruh matematika Yunani berlanjut selama beraba-abad. Aritmatika, Geometri dan aljabar yang masih banyak digunakan saat ini.

Sebagai contoh, Phytagoras memiliki gagasan bahwa segala sesuatu di semesta dapat dinyatakan dengan angka

Ilmuwan penting dalam bidang ini:

a. Phytagoras: Teorema Phytagoras, bilangan irrasional,

b. Archimedes: Menyumbangkan kombinatorik & persamaan kubik.

c. Aristoteles: Menyumbangkan logika matematika.

d. Plato: Menyumbangkan matriks, invers, dan teorema dasar aljabar (bersama Ababar).

Astronomi Yunani kuno

a. Astronomi Yunani cukup maju setelah berabad-abad pengamatan Yunani Kuno untuk pertama kalinya model matematika. Dalam ilmu ini, heliosentris mengalami perdebatan yang cukup panjang.

b. Beberapa ilmuwan yang mengambil peranan dalam astronomi Yunani antara lain:

1. Archimedes

2. Pythagoras

3. Chios Methodorus

4. Democritus

5. Empedokles

6. Epicurus

7. Copernicus

8. Ptolomeus

9. Newton

Geologi dan Seismologi

Gempa Bumi yang berasal dari bawah tanah telah berhasil diteliti oleh orang Yunani kuno. Banyak pendapat yang muncul sehingga menjadikan topik ini terus berlanjut. Christopher L Linier adalah orang yang meneliti hal teresebut

Fisika dan Meteorologi

Perkembangan ini dimulai saat Archimedes yang menemukan tekanan Hidrostatis. Dan Democratus, Leocippus, dan beberapa ilmuwan lainnya menemukan teori model atom. Plato juga turut menyumbangkan sumbangsihnya lewat Polihedron dan Segitiga. Hal lainnya yang ditemukan adalah listrik, magnet, siklus air dan lainnya.

Socrates juga menjelaskan mengenai fenomena alam dan bagaimana terjadinya alam dan bgaimana terjadinya fenomena atmosfer.

Kimia Yunano mempunyai teori atom dan selanjutnya Thales meneliti air. Anaximenes menelaah udara, helicratus meneliti api sebagai sumber substansial bumi.

Empedocles menambahkan bahwa bumi terkombnasi oleh unsur elemen yang bekerja sama dengan cinta dan kekejaman. Teori ini yang dikembangkan Aristoteles,dia juga ikut mengkritik model atom Leocippus dan Democritus.

Obat-obatan dan psikologi

Obat-obatan, memegang peranan penting selama 1500 tahun. Penemuan ini telah ada sebelum Hipocrates mengembangkannya

Dan di Alexandria telah terkumpul 20.000 teks halaman masalah psikologi

Pada zaman Yunani kuno ini ada banyak macam perkembangan dan banyak pula ilmuwan yang mengembangkannya. Hal tersebut menggambarkan, betapa penuh misterinya dunia seisinya ini. Meskipun, beberapa teori zaman ini sebagagian terbantahkan dan terpatahkan namun, tetap saja beberapa ilmu yang banyak lainnya tetap sebagai dasar ilmu-ilmu danpenelitian lain. Masa Yunani telah ter;ebih dahulu berlalu, akankah berlalu tanpa arti? Inilah tantangan generasi muda dan ilmuwan untuk tetap berinovasi, berkreasi, bercipta, rasa, karsa untuk sebuah kemauan ilmu denagn logika yang berasional dan berbudaya.

MELANGGAR PERATURAN TAK SELALU SALAH Ketika Orang Jenius Melakukan Apa Yang Tidak Masuk Akal Bagi Orang-Orang Awam

 

 

“nak, bangun nak, hari sudah siang…”, kata ibu.

“hemmmttts…!”, hanya berontak sedikit saja.

“sekarang sudah siang, lihat di luar !….ndak baik tidur pagi-pagi…”

Terlihat, jam di dinding tengah menunjuk kea rah jam 06.40 pagi, “iya bu, tapi aku baru tidur tadi jam 5….”

“makanya jangan begadang terus,…bangun gih, kerjaan sudah menumpuk…tidur pagi-pagi gini, bisa sakit….”

“ibu itu gimana tho, baru kemaren aku bilang, tidur kurang dari 6 jam kan nggak baik…syaraf otak belum stabil, nanti bisa menyebabkan kelelahan otak, membunuhmu itu mungkin saja…”, seperti itulah kira-kira, si anak mencoba meyakinkan ibu. “ hemmtzz…ya udah, nanti segera bangun, kerjaan kamu sudah menunggu…!”

“siap bunda sayang…”

 

Sekilas biasa saja, nggak ada yang aneh dengan dialog diatas, namun ada beberapa hal yang perlu kita telaah secara mendalam akan hal ini. Dialog diatas berada pada dua sisi mata koni yang salaing bertolak belakang (paradoks), kenapa ? karena dengan jelas, si anak yang pintar, atau si ibu yang berdalih pada disiplin waktu ? namun akhirnya si ibu memaklumi si anak, lantas mana yang benar ?

Menarik untuk disimak, pasalnya kedua orang itu sama-sama punya kekuatn yang besar dari segi eksisitensi ilmu pengetahuan. Si anak memang benar, sebab, ia memakai aturan akan batasan kwnatitas masa tidur. Aric Prather, seorang pengajar di Universitas San Fransisco, telah melakukan riset terhadap 164 sukarelawan yang di lakukannya pada tahun 2007 hingga 2011. Hasilnya, para relawan yang diteliti, mendapatkan data bahwa seorang yang tidur di bawah 6 jam sehari, dapat menyebabkan imunitas menurun, influensa yang akan pertama kali diuntungkan. Hal ini juga di amini oleh Mary Carskadon yang merupakan seorang Profesor Psikiatri di Alpert Medical School, Brown University, Rhode Island, USA. Sehingga ilmu ini menyebar ke seluruh Amerika yang oleh Pusat Pengendalian Penyakit dengan tubuh utama National Sleep Foundations memberi predikat “Epidemi Kesehatan Publik.”

Tak cukup sampai di ditu saja, bahkan beberapa lembaga lain juga telah memberikan rekomendasi yang sama akan kwantitas waktu tidur ini. Sebut saja misal Dr. Tata Swart, ahli Ilmu Syaraf Otak dan CEO The Mind Unlimited, yang menyebutkan bahwa seorang yang tidur di waktu yang kurang dari 6 jam sehari, maka ia akan mengalami defisit 8 point dari nilai IQ, saat itu juga, hingga ia tertidur kembali. Selain itu, juga memungkinkan terkena serangan jantung, stroke, dan gangguan syaraf. Maka Dr. Jessica Payne (Prfesor di University of Notredome, Indiana, USA) juga menyarankan agar tidur rerata 6-7 jam itu diamalkan. Bahkan apa yang kita dapatiari hasil kerja Kim Chan bersama timnya dari RS Kangbuk Smasung, University Sungkyunwan, Seoul mengaitkan kurang tidur dengan peningkatan resiko serangan jantung, depresi, obesitas, stroke dan dekadensi imunitas tubuh. Lebih Ekstrem Dr Jim Horne dari Sleep Research Centre di University of Loughbrough, bahwa tidur kurang dari 6 jam sehari membuka peluang seseorang untuk mati muda.

Untuk hal ini,si anak tadi menang, ia berargumen dengan sangat jelas. Dunia ilmiah yang mungkin ia pelajari snagat menentukan sikapnya memaknai sebuah kehidupan. Namun, disisi lain, tidak lah lantas si ibu tadi harus menerima kekalahan. Sebab, para pakar ilmu pengetahuan dan ahli kejiwaan telah membantah argumen tersebut.

Syamsuddin Abu ‘Abdillah Muhammad bin Abubakar bin Ayyub bin Su’ad bin Hariz az-Zar’i ad-Dimasyqi, adalah salah seorang pakar ilmu jiwa dalam khasanah Islam. Ia telah memberikan statemen bahwa tidur pagi akan memberi pengaruh yang luar biasa bagi tubuh. Ia menganalogikan bahwa tidur pagi akan menghalangi seorang dari pintu rejeki, sebab, saat itulah waktu pembagian ghanimah (harta kekayaan). (Lihat di kitab beliau Tahdzibut Madarijis Salikin : 1 / 459). Hal inilah yang membuka para ilmuwan modern untuk menguji kebenaran statemen ini. Salah satu yang paling mencolok adalah yang dikemukakan oleh Nurses Health Study. Para peneliti telah melakukan kajian atas 72.000 orang dalam kwantitas dan kwalitas masa tidur ini. Hasilnya didapatkan apabila seseorang terlampau lama dan sampai melewati masa dimana matahari terbit, maka seorang itu akan membuka peluang serangan stroke, depresi, diabetes, penurunan sistem imun, penurunan kerja syaraf, dan penurunan konsentrasi. Apalah yang mereka lakukan, maka dalam hal ini si anak telah melanggar aturan kesehatan darimara pakar dan ahli jiwa.

Namun, hala yang akan kami beberkan disini adala bahwasanya kita dilarang untuk mengklaim segala sesuatu itu hanya pada satu titik saja. Sebuah bentuk dari objek itu tidaklah lantas bernilai secara mutlak, apakah apabila kamu melihat sebingkah batu, maka hal itu mutlak batu ? seharusnya tidak, sebab, Albert Einsten telah mengemukakan postulat bahwa segala sesuatu itu relative dan sebuah nilai itu tergantung darimana kita melihatnya. Maka satu rumusan yang hendak kami berikan adalah “anda bilang saya melanggar peraturan, kami katakan TIDAK. Saat kami bisa berbuat lebih yang diluar batas penalaran anda, maka anda mau apa? Anda kalah !”

Lihatlah apa yang telah dilakukan oleh Galileo Galilei pada aturan yang telah ditetapkan oleh doktrin gereja. Doktrin Geosentris dari Gereja yang mengikuti kaidah Ptolemaic. Galileo mendapat ultimatum dari Paus Urban VIII, agar tidak menyebarkan ajaran Heliosentris yang dikemukakan oleh Nicholas Copernicus. Namun ia tak lantas turun tahta, hingga ia akhirnya disidangkan di pengadilan gereja Roma, dan hasilnya, ia dicekal dan dilarang mengajar diberbagai lembaga pendidikkan manapun. Namun apa ? gereja kalah, dunia ilmiah sekarang telah menemukan berbagai bukti untuk memperkuat hipotesa Galileo, dunia fisika dan astronomi telah mengagungkan bahwa Mataharilah yang menjadi pusat dari tata surya, dan seluruh benda galaksi mengelilinginy lewat lintasannya.

Kita juga bisa melihat apa yang dilakukan oleh Chairil Anwar, seorang sastrawan kondang Indonesia. Dalam ATURAN yang diberikan oleh para sastrawan awal dalam menciptakan puisi, diharuskan mengikuti langkah pemilihan kata yang tepat dengan susunan vokal yang teratur. Namun hal ini ditolak oleh Chairil, sehingga apa yang ia lakukan, dengan karya pusi AKU miliknya telah melepaskan belenggu ini. “aku ini binatang jalang / dari kumpulan yang terbuang.” Sangat jelas dalam masa itu, Chairil mendapat kecaman dari seluruh sastrawan yang tetap memgang teguh ATURAN itu, namun ia membalas “meski peluru menembus kulitku/aku tetap meradang terjang/…..aku tetap tak peduli/aku ingin hidup 100 tahun lagi.” Apa ini ? sebuah pelanggaran pada aturan yang menghasilkan karya yang fenomenal yang mengilhami fikiran para satrawan belakangan.

Lihat juga apa yang dilakukan oleh Rogerio Cheni, seorang Goalkeeper dari tim sepakbola Sao Paulo. Sebagai seorang kiper, ia mendapat tugas untuk menjaga gawangnya dari kemasukkan bola, itu aturan buat dia. Namun ia tak menggubris ATURAN itu, ia melakukan apa yang seharusnya tidak menjadi tugasnya. 130 goal telah ia cetak dari bola mati di tendangan bebas dan penalti yang menjadi tade mark nya. Dengan karya itu, ia memecahkan record manapun, sebagai kiper terproduktif dan berhasil menjadi satu-satunya kiper yang dapat mencetak gol diatas 100. Bahkan apa yang ditulis oleh Guinnes Book of World Record, menempatkan nama Ryan Giggs sebagai pemain dengan record kemenangan terbanyak sepanjang karier, 589 dari 963 laga berakhir dengan kemenangan. Namun kali ini record itu pecah oleh karya Cheni, 590 laga berakhir dengan kemenangan manis dari 1000 lebih pertandingan selama 22 tahun kariernya. Apa yang dilakukannya memang GILA, maka ia bisa seenaknya MELANGGAR ATURAN. Namun hasilnya ? Amazing !!!!

Terakhir ! apa yang telah dikatakan oleh Rob Plunket, seorng fisikawan Amerika, “menentang Einsten adalah langkah yang berbahaya..!”, itu sebuah hipotesa yang mengarah pada kebenaran. Senada dengan apa yang dikatakan Michio Kaku (fisikawan City College, New York), “ saya meragukan ITU, Einsten selangkah didepan, namun yang dibicarakan kali ini adalah percepatan partikel di dunia yang telah mengilham penyimpangan Relativitas.”

Lantas, apa hubungannya ?

Baik, kini kita akan menelaah kata “ITU” yang diucapkan Kaku. Hal ini merujuk pada sebuah tindakan GILA Antonio Eredito, seorang fisikawan Albert Einsten Center for Fundamental Physics, di Bern, Swiss. Ia mencoba melanggar ATURAN Yang ditetapkan Albert Einsten, ia berusaha melakukan riset penembakan sinar neutrinas sejauh 730 KM dari Jenewa hingga ke Italia. Dengan berkolaborasi dengan National Institute for Nuclear and Particle Physics Research, Prancis, dan Geran Sasso National LABORATORY, Italia, ia melakukan kegilaan itu. “seperti melihat kacang, tapi bukan kacang. Namun ini bisa diukur secara akurat, meskipun ada setitik keraguan…” ujar Eredito.

Saat presentasi di auditorium CERN, Swiss, ia berhasil membuat seluruh audiens yang terdiri dari berbagai ahli fisikawan di seluruh dunia terkejut dan skeptis. Apa yang dilakukannya memang gila, seperti hendak menentang hukum alam yang nyaris berada pada titikkebenran. Einsten selangkah didepan, ia hampir menempati posisi kebenaran alam smesta. Namun riset yang merupakan perpanjangan tangan dari gerakan “One Hundred Author Againts Einsten” dari NAZI. Mereka masih dendam ata penghianatan Einsten pada NAZI karena membeberkan rahasia politik NAZI dan melakukan riset ilmiah dengan membuat ramuan reaksi nuklir yang pada pemerintahan FD Rooselvelt berhasil menciptakan bom atom yang kemudian membawa Amerika memenangkan Perang Dunia 2 dengan membumi hanguskan Hiroshima dan Nagasaki di bulan Agustus 1945.

Ini memang gila, melanggar peraturan yang nyaris tidak ada cela. Namun, apbila ia berhasil maka “bunia harus menulis ulang seluruh teori fisika modern”, seperti ujar Eredito. Ini sungguh memilukan, teori Relativitas masih berlaku, segala sesuatu tergantung dari jalan mana kita melihat, maka itulah kenyataan. Dan MELANGGAR PERAUTRAN bagi Eredito tidaklah haram, lihat saja hasil yang didapat nanti.

 

Diselesaikan di tanah kelahiran tercinta

Siwalan, Blangu, Gesi, Sragen.

Arif Yusuf

09 Desember 2015. 21: 10 WIB.

PRIA TIDAK SUKA WANITA PINTAR

Banyak penelitian menunjukkan, perempuan pintar lebih menarik dibanding perempuan yang sekedar cantik. Namun, sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat (AS), justru menunjukkan hal sebaliknya. Dalam studi tersebut, terungkap bahwa  kaum adam ini justru merasa terancam dengan perempuan pintar.

Penelitian tersebut tidak membantah jika pria cenderung tertarik dengan perempuan yang lebih pintar dari mereka. Namun, itu sebelum para pria tersebut bertemu salah satu dari perempuan pintar. Ternyata kontak personal atau keberadaan fisik perempuan cerdas tersebut dianggap mampu mengurangi kadar kemaskulinan laki-laki.

Dikutip dari Daily Mail Online, Senin (26/10/2015), penelitian ini dilakukan oleh para psikolog dari  University of Buffalo, California Lutheran University and University of Texas, Austin.

Subjek penelitian tersebut adalah 105 pria dan sekelompok perempuan. Kedua kelompok ini diminta mengerjakan tes matematika dan bahasa Inggris.

Berdasarkan hasil tes tersebut, mayoritas pria mengakui bahwa mereka menilai perempuan yang memiliki nilai akademik lebih tinggi dibanding mereka, adalah perempuan yang lebih menarik dibanding perempuan dengan nilai akademik rendah.

Para pria tersebut juga diminta untuk memberikan peringkat terkait kualitas perempuan. Mereka pun mengakui, perempuan yang berhasil membuktikan bahwa mereka lebih pintar dibanding pria, lebih menarik dibanding mereka yang tidak.

Tapi, penilaian mereka seketika berubah ketika mereka benar-benar berhadapan dengan para perempuan intelek tersebut. Keberadaan fisik para perempuan ini tampaknya cukup mengancam mereka.

Akhirnya, para pria ini pun jadi enggan mengajak para perempuan tersebut untuk berkencan. Mereka juga cenderung menilai para perempuan tersebut kurang menarik.

Penelitian baru ini pastinya kontradiktif dengan sejumlah penelitian sebelumnya. Dimana banyak studi menunjukkan bahwa pria mencari perempuan cerdas sebagai pasangan hidupnya. Karena mereka percaya, para perempuan tersebut bisa menjadi ibu yang baik.

Professor David Bainbridge dari the University of Cambridge mengatakan, hal utama yang dicari pria pada diri seorang perempuan adalah kecerdasan mereka.

“Banyak survei sudah menunjukkan berkali-kali bahwa ini adalah hal yang pertama kali dicari seorang pria dari perempuan. Ini menunjukkan bahwa dia akan mampu merawat dan membesarkan anak-anaknya dengan baik. Kecerdasan para perempuan ini juga menunjukkan bahwa mereka dibesarkan dengan baik oleh orang tua yang juga pintar,”urainya.

40 Persen Orang Masih Cinta Pada Cinta Pertama Mereka

Cinta pertama memang tidak bisa dilupakan begitu saja. Dari hasil sebuah jajak pendapat menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga orang Inggris tidak bisa melupakan cinta pertama mereka. Bahkan menurut hasil jajak pendapat itu, enam dari 10 orang secara teratur masih tetap memikirkan bara cinta pertama mereka.

Kemudian, sekitar empat dari 10 orang mengaku masih menyimpan bara cinta saat masa remaja mereka, menurut sebuah jajak pendapat yang digagas film The Best of Me, sebuah film tentang pasangan yang yang memberikan cinta pertama kesempatan kedua.

“Banyak orang lebih sayang pada cinta pertama mereka dibandingkan hubungan-hubungan yang gagal, meninggalkan banyak pertanyaan apakah masih mungkin,” ujar juru bicara dalam film itu.

Studi yang dilansir dalam Indian Express itu juga menemukan sebanyak 12 persen orang yang tetap berkomunikasi dengan cinta pertama mereka menganggap masih berteman baik. Sedangkan sepertiganya lagi mengakui pasangan mereka tak tahu.

Nonton Film, Memang Seru

Mengapa manusia lebih suka menikmati informasi dan hiburan yang bersifat audio visual seperti film daripada teks? Bukankah teks lebih memberikan detail daripada tayangan audio visual? Kenyataan itu mungkin mengherankan. Namun, bagi pakar seni cadas dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Pindi Setiawan, kenyataan tersebut wajar. Manusia memang berevolusi untuk menonton film. “Manusia belum utuh bila sekadar bernaskah (literate),” katanya.

Petunjuk bahwa manusia berevolusi untuk menonton film atau bentuk hiburan audio visual lain bisa didapatkan pada gambar kuno pada cangkang kerang air tawar dari Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Gambar kuno itu terungkap lewat penelitian Josephine CA Jordens dari Fakultas Arkeologi Universitas Leiden, Belanda. Riset mengungkap gambar itu dibuat bukan oleh manusia modern (Homo sapiens), melainkan Manusia Jawa Kuno (Homo erectus).

Dalam publikasi penelitian di jurnal Nature, Jordens menyatakan bahwa gambar kuno berupa garis zig zag itu berusia 500.000 tahun. Dengan usia itu, gambar kuno tersebut dinyatakan sebagai yang tertua di dunia.

Pindi mengungkapkan, kenyataan bahwa Manusia Jawa Kuno sudah bisa menggambar melemahkan teori ledakan kreativitas. Teori itu menyatakan bahwa kreativitas baru berkembang setelah manusia modern ada. Manusia tiba-tiba meletup kreativitasnya 40.000 tahun terakhir. “Letupan tersebut merujuk pada gambar dan patung prasejarah buatan manusia yang ‘kebetulan’ banyak ditemukan sekitar 40.000 tahun lalu,” kata Pindi, Minggu (7/12/2014).

Fakta yang terungkap dalam hasil riset Jordens mengungkap bahwa kreativitas manusia berkembang secara bertahap, seperti yang dinyatakan ilmuwan pada kubu lain dalam teori kreativitas gradual. “Teori ini merunut evolusi kreatif ‘hominid’ (ancient human) lebih dari 500.000 tahun lalu,” tutur Pindi. Menurut teori itu, kreativitas manusia sudah mengakar jauh sebelum manusia modern itu sendiri ada.

Pindi menjelaskan, teori kreativitas gradual itu pula yang bisa menjawab pertanyaan mengapa manusia lebih gemar menikmati tayangan audio visual daripada membaca sebuah naskah. Teori kreativitas gradual menyatakan, selama ribuan tahun, manusia terus mengembangkan koordinasi mata-tangan. Manusia mencanggihkan kemampuan mewujudkan imajinasi mulai dari wirama (verbal audio) hingga perupaan (wirupa visual).

Manusia belajar kreasi wirupa dari alam. Kreasi dimulai dari memungut bentukan alami, misalnya pada seni batu akik, kemudian meniru yang terlihat, hingga menciptakan perupaan seperti yang dipikirkan, seperti gambar manusia sempurna atau pun makhluk jadi-jadian. “Dan hasil dari tahap gradual itu, manusia masa kini sebenarnya telah berevolusi lebih dengan cara wirupa. Sehingga tidaklah mengherankan bila manusia senang membuat gambar bercerita, bahkan tanpa text, yang diperkaya dengan wirama (audio),” jelas Pindi.

“Evolusi itulah yang menyebabkan manusia sekarang, lebih mudah menerima pesan melalui wirama-wirupa (audio visual). Tingkat daya alih pesan wirupa dapat mencapai 70-80 persen,” imbuhnya. Pemahaman tentang evolusi kreatif manusia bisa digunakan sebagai dasar dalam penentuan metode penyampaian informasi. Transfer pengetahuan sebaiknya tidak hanya dilakukan lewat teks saja. Pindi mengungkapkan, dalam era kreatif masa kini, program kampanye untuk belajar misalnya, jangan hanya berupa ajakan “Ayo membaca/membuat Buku”, tetapi juga “Ayo menonton/membuat Film.”

“Karena menonton film yang bersifat wirama wirupa itu akan membuat manusia menjadi lebih manusiawi,” kata Pindi. Jangan ragu membuat narasi narasi pengetahuan dengan cara wirama-wirupa. Torehan tertua di dunia yang terdapat pada cangkang ternyata berasal dari tanah Jawa, tepatnya dari situs Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Penelitian yang dipublikasikan di Nature pada Senin (1/12/2014) mengungkapnya.

Josephine CA Jordens, peneliti pada Fakultas Arkeologi di Universitas Leiden, Belanda, beserta rekannya adalah pihak yang mengonfirmasi bahwa torehan tersebut merupakan yang tertua, berasal dari masa 500.000 tahun lalu. Jordens sedang mengerjakan proyek penelitian tentang penggunaan sumber daya laut oleh spesies manusia purba Homo erectus di situs Trinil, Jawa Timur. Ia kemudian menganalisis cangkang kerang air tawar spesies Pseudodon vondembuschianus trinilensis.

Saat menganalisis, ia menemukan perforasi atau lubang-lubang kecil selebar beberapa milimeter pada permukaan cangkang kerang. Menurut dia, hal itu merupakan indikasi adanya orang pada masa itu yang berupaya membuka cangkang dengan alat tajam macam gigi hiu. Rekan Jordens kemudian memotret cangkang tersebut dan mengamatinya lebih detail. Lewat pengamatan saksama, diketahui bahwa permukaan cangkang tersebut memiliki torehan-torehan berbentuk zig-zag.

Pengamatan di bawah mikroskop kemudian menguak bahwa pola zig-zag itu dibuat secara sengaja. Garis zig-zag yang masing-masing memiliki panjang 1 cm tersebut kontinu, tidak putus-putus, menunjukkan bahwa pembuatnya menaruh perhatian pada detail. Jordens dan rekannya melakukan penanggalan pada sedimen yang terdapat pada cangkang dengan argon dan luminescence. Hasil penanggalan mengungkap bahwa pola zig-zag itu berasal dari masa 500.000 tahun lalu, bukan dibuat oleh Homo sapiens, melainkan Homo erectus.

“Penemuan ini sangat spektakuler dan berpotensi mengubah cara pandang kita tentang Homoawal (manusia purba),” kata Nick Barton, arkeolog dari Universitas Oxford yang tak terlibat studi. Apakah torehan tersebut merupakan bentuk seni? Jordens mengatakan, “Jika Anda tidak mengetahui tujuan dari seseorang yang membuatnya, maka tidak mungkin untuk menyebutnya sebagai seni.”

“Akan tetapi, di sisi lain, ini adalah gambar purba. Ini adalah cara untuk mengekspresikan diri. Apa tujuan dari orang yang membuatnya, kita tidak tahu,” ungkap Jordens seperti dikutip Nature, Rabu (3/12/2014). Clive Finlayson, pakar hewan dari Museum Gibraltar yang juga terlibat dalam studi, mengatakan, yang terpenting dari temuan ini adalah bahwa manusia purba sudah punya kemampuan berpikir abstrak, sama seperti manusia modern.

Cangkang kerang yang dianalisis ditemukan oleh paleontolog Eugene Dubois di situs Trinil pada tahun 1896. Dubois juga menemukan kerangka Homo erectus. Kerangka dan cangkang itu lalu dikirim ke Museum Leiden pada tahun 1930